Ukuran bahagia pada diri manusia tidak dapat di ukur dengan berlimpahnya harta, pangkat dan jabatan yang tinggi serta mempunyai pasangan hidup yang cantik atau tampan. Karena ukuran bahagia seperti itu suatu saat akan meninggalkan kita.
Ukuran bahagia hanya dapat di rasakan oleh setiap diri manusia, manakala apa yang telah di dapatinya mendapat a bukan saja dari manusia akan tetapi dari yang serba ” Maha ” yaitu Allah SWT. Ukuran bahagia yang di dasari pada berlimpahnya harta, pangkat, kedudukan dan pasangan hidup yang cantik dan tampan pasti hanya bersifat sementara. Semua akan musnah dan hilang bersama waktu yang terus bergulir, manusia akan cepat kecewa dan stres apabila mengukur kebahagiaan dari empat unsur tadi. Semua orang yang tadinya sangat mengenal kita , ketika kebahagian sementara itu lenyap maka lenyap juga perkenalan dan rasa kagum orang lain kepada kita. Pokoknya ukuran bahagia yang didapat hanya mengejar harta yang berlimpah, pangkat dan kedudukan yang tinggi semata maka itu akan musnah segampang air hujan sehari menghapus panas setahun, tanpa harus menunggu dan menanti kapan harta harta itu akan di gunakan semua hilang bersama waktu yang menyertainya
Namun , lain apabila kebahagiaan di dapat hanya mengharap ketulusan dan keridhaan dari semua manusia dan juga keridhaan dari Allah SWT. Maka manusia seperti ini akan menjadi sangat bahagia baik di dunia maupun di akhirat, karena manusia seperti ini akan memandang kebahagian itu seperti memandang lautan di samudera luas yang terbentang dari barat sampai ke timur. Manusia seperti ini biasanya selalu mensyukuri apa yang telah di dapatnya dengan penuh keikhlasan dan keridhoan semata. Harta yang berlimpah tidak ia dapatkan begitu saja dengan cara yang mudah akan tetapi penuh perjuangan dan do’a yang selalu menyertainya। Begitu juga dengan pangkat atau kedudukan orang seperti ini akan memandang itu semua sebagai amanah yang harus di pertanggungjawabkan baik di hadapan manusia terlebih di hadapan Allah SWT yang Maha Adil hukumannya.
Hanya dengan ketulusan dan keridhaan semata maka dalam menjalani hidup yang sementara ini akan terasa bermanfaat atau berguna, bukan saja bagi diri sendiri akan tetapi bagi orang lain di sekelilingnya. Dengan ketulusan dan maka bukan saja kebahagian dunia yang ia dapatkan akan tetapi kebahagian akhirat akan datang menghampiri.
Kebahagian memang tidak cukup bagaimana kita meraihnya akan tetapi bahagia seperti apa yang harus di dapati dalam mengejar keridhaan dari Sang Maha Pencipta Alam Semesta. Semoga kita mau menggapai kebahagiaan ini dengan ketulusan dan keridhaan agar dapat memberi warisan yang teramat luhur bagi generasi yang akan datang.